Minggu, 25 Oktober 2009

Hufh....

aku tidak dapat melihat bagaimana diriku pada 10 tahun ke depan. yang bisa kulakukan adalah memplanningkan hidupku, menjalani hidupku sebaik mungkin pada masa kini dan melakukan yang terbaik dalam setiap tugas dan tanggung jawabku.

Sabtu, 10 Oktober 2009

Pengujian Hati

Inilah saat dimana aku tidak dapat mempercayai siapapun. Tahukah kamu? bahwa aku hanya tersenyum. Namun aku menyimpan segala sesuatunya didalam hatiku. Malam yang semakin pekat tak dapat membuatku menangis malam ini.
Pengujian hati. Akan membuatmu merasa memerlukanNya untuk menyelesaikan semua ini. Membereskan seluruh hal yang tersembunyi,menghilangkan semua perasaan yang mengganggu pikiranmu, berharap esok engkau akan membuka matamu dan mereka tidak akan pernah lagi terlihat. Pengujian hati ini rasanya membunuh ragaku. Ketidak tenangan bercampur aduk dan kini aku tidak dapat menutup mata!

Aku mau melepaskan mereka, Tuhan....
dia, dia dan dia... ambil mereka dariku sekarang juga
jangan biarkan ada kenangan mereka yang tersisa
jangan biarkan mereka terus-menerus bermain di kepalaku

Yang kuinginkan hanyalah keheningan jiwa dalam balutan tanganNya.

Jumat, 09 Oktober 2009

Promise and Dream

Tak terasa pagi telah datang menjenguk di jendela kamar kostku. Kulihat jam yang terus berdetak kini telah menunjuk pada pukul 04.30 am. Udara yang sejuk menerpa tubuhku. Pagi ini begitu indah Tuhan… aku terpesona menikmatinya. Kicauan burung pipit dipagi hari merekahkan semangatku untuk menapaki hari ini. jiwa dan ragaku rasanya pulih dari keterpurukan pikiranku. Begitu indah, begitu indah untuk dirasakan hanya dengan logika dan rasionalku. Sejenak kutinggalkan semua agendaku yang menumpuk dan berdiam diri sejenak.

Aku melangkah, duduk di depan komputerku. Membuka halaman facebook dan melihat beberapa update dari beberapa teman-temanku. Lalu entah mengapa aku memiliki keinginan yang kuat untuk membuka halaman facebook dari beberapa sahabat-sahabatku dari masa SMA. Awalnya hanya iseng. Tapi setelah kulihat dengan cermat ternyata banyak sekali perubahan dari kami masing-masing. Entah dari pengetahuan, penampilan, gaya bahasa, dll. Aku teringat saat kami bersama menghadapi soal-soal hitungan fisika, kimia, matematika yang sulit… Belajar kelompok untuk bisa lulus UAS… berbagi tempat duduk setiap hari di dalam bus sekolah… Proses-proses yang telah kami lalui kini membuat kami menjadi orang yang lebih baik dan terus bertumbuh lebih matang.
Aku kembali teringat masa dimana kami harus berpisah saat kelulusan SMA. Sebuah janji yang masih terngiang dalam kepalaku. “nanti, biar aku yang ngajarin mereka musik. Biar nanti sekolahnya dibangun di tanahku saja… aku punya lahan kosong di kampung…” kataku. “Sip. nanti aku yang ajarin mereka fisika, biologi dan kimia” kata sahabatku. Kata-kata itu kembali terngiang dalam ruang kepalaku. Bahkan kami sempat berpikir seperti apa nanti sistem seleksinya, perekritan anak-anaknya, profesor siapa saja yang akan diundang untuk mengajar, kurikulumnya, dll. Semangat dan spirit yang pada saat itu kinimengingatkanku kembali. Kembali untuk mengembangkan orang lain yang kini jauh dalam pandangan mataku.
Kami mempunyai impian bersama untuk membangun sebuah sekolah untuk anak-anak Papua yang tujuannya untuk mendidik dan membimbing mereka menjadi anak-anak yang kuat dalam pengetahuan dan siap bersaing demi mencapai masa depan yang lebih cerah di kemudian hari. Setelah berkembangnya waktu dalam lingkungan perkuliahanku, aku mempunyai gagasan baru. Sekolah ini akan memberikan pertumbuhan secara holistik untuk anak-anak Papua. Tak terasa. Dua tahun lebih kami telah berpisah. Namun impian itu terus ada dalam hatiku dan memberikanku semangat untuk tidak pernah menyerah.

Aku mengerti. Impian tanpa perencanaan adalah sia-sia. Karena itu kini, saatnya mempersiapkan diri untuk meraih impian tersebut. Sekarang kami semua sibuk dengan kuliah di jurusan kami masing-masing. Aku di Ilmu komunikasi, mereka di jurusan kedokteran. Terpisah antar daerah ke daerah yang lainnya. Kini aku merindukan mereka. Orang-orang yang pernah masuk dalam kehidupanku dan akan terus tetap berada dalam hatiku. Akankah sekolah impian kami dapat berdiri nantinya? Aku tidak dapat melihat hari esok. namun satu hal yang kupegang dalam hatiku bahwa bila impian kami adalah impiannya Tuhan, maka hal itu bisa terjadi. Hanya, persiapkanlah diri dari sekarang.

Senin, 21 September 2009

LOVE IS SUCKS?

Beberapa hari ini aku bertemu dengan beberapa temanku yang semakin sering mengatakan "Love is sucks..." di telingaku. Sempat rasanya gag nyaman dan akupun gag setuju dengan apa yang mereka katakan. Hal ini bukan karena aku merasakan bahwa cerita cintaku itu baik danmulus. Bahkan sampai gua umur 20 tahun ini aja aku belum pacaran. Hohohoho... suatu kebanggaan bisa menjaga status single selama 20 tahun. Kebanyakan dari mereka sih memang "kepahitan" dengan love life mereka. Hufh... semakin banyak kulihat orang yang kepahitan atas nama cinta.
Padahal sebenarnya esensi dari cinta itu adalah pengorbanan. Hanya ada 1 cinta sejati yang dapat kita temukan dalam Tuhan. Love is God, God is Love!

Sabtu, 05 September 2009

Apa Artinya TanpaMu

TanpaMu, dunia ini hampa
tiada cinta, tiada arti hidup
Tuhan adalah Cinta
Cinta adalah Tuhan
kasih terindah hanya kudapatkan dalamMu
yang telah merelakan diriMu mati ganti hidupku

kasihMu takkan pernah berkesudahan
Walau aku berlari dan bersembunyi darimu
walaupun aku memakiMu, meniadakanMu dalam hidupku
namun kasih setiaMu selalu tak pernah berhenti
Apa artinya kini hidupku bila aku tidak memilikiMu

KasihMu lebih indah dari seluruh kisah cinta yang ada di dunia ini
KasihMu lebih indah dari deretan melodi yang digubah oleh seluruh komposer musik di dunia
Apa artinya hidupku tanpaMu

Ampunilah diriku yang selalu menyakitiMu
Ampunilah diriku yang selalu berlari dari kehendakmu dan berjalan menurut pengertianku
Ampunilah aku untuk kesekian kalinya aku jatuh dalam kenikmatan dunia
Aku ingin kembali, kembali padaMu
Tak ingin aku jauh dariMu walaupun sedetik saja

Apa artinya aku tanpaMu
TanpaMu aku tidak berharga
Apa artinya tanpaMu
bila esok aku bisa membuka mata namun jiwaku kosong